Les, Guru, Tutor Privat dan bimbel untuk persiapan UN di Jakarta


Sejak dulu kala, Ujian Nasioanal sudah menjadi momok menakutkan bagi para siswa yang hendak menghadapinya. Tak hanya terjadi  di sekolah dasar saja, kenyataan ini juga terjadi di lingkup sekolah menengah akhir. Hal ini memberi gambaran bahwa atmosfir ketegangan Ujian Nasional memang tak mengenal jenjang pendidikan maupun usia peserta didik.

Dalam pengertian sederhana, Ujian Nasional adalah suatu cara yang bertujuan menentukan kelulusan siswa setelah melaksanakan  kegiatan belajar di sekolah selama tiga tahun. Cara ini dianggap paling tepat dalam menentukan kelulusan meskipun ada beberapa elemen masayarakat yang menyesalkan sistim tersebut karena dianggap tidak adil. Pendapat ini tentu tidak bisa disalahkan.  Di satu sisi Ujian Nasional berkesan hanya menitiberatkan pada tingkat penguasaan siswa pada materi saja dan mengesampingkan nilai-nilai afektif yang dalam hal ini sama pentingnya. Terlepas dari pendapat tersebut, Ujian Nasional mau tak mau memang harus dihadapi siswa dengan penuh persiapan dan keberanian. Maka desakan inilah yang seringkali membuat siswa kehilangan kosentrasi belajar.

Tak jarang kita mendengar pemberitaan di media cetak maupun elektronik mengenai dampak serius menjelang diadakannya Ujan Nasional. Tidak sedikit dari mereka  yang mendadak mengalami depresi karena tekanan mental yang luar biasa. Sangat wajar apabila siswa merasakan hal demikian. Bahkan sangat aneh jika ada siswa yang merasa biasa-biasa saja menyikapi keadaan tersebut. Melihat realitas ini, sangat mungkin terjadi adanya upaya bagi pihak orang tua maupun siswa itu sendiri dalam mencari solusi untuk memecahkan masalah yang sudah membudaya ini. Langkah yang ditempuh sangatlah beragam. Contoh paling mendasar adalah orang tua memberikan motivasi pada putra-putrinya untuk selalu semangat belajar. Mengingatkan untuk jangan lupa lebih mendekatkan diri pada Tuhan dengan malas berdoa. Menjaga pola makan dan mengatur waktu istirahat demi kebugaran tubuh menjelang pelaksanaan di hari H.  Cara-cara terebut sudah sangat umum terjadi.

Jika kita melihat lebih jauh, selain cara-cara yang sudah dijabarkan di atas, kita akan menemukan sebuah metode yang jauh lebih efektif. Seperti yang kita tahu sistim pendidikan di negara kita ini bergerak melalui dua jalur, yaitu formal, seperti sekolah atau PTN, dan non formal seperti bimbingan belajar atau biasa disingkat bimbel. Keberadaan bimbel tidak asing lagi di mata masyarakat perkotaan maupun pedesaan. Banyak orang tua siswa yang memasrahkan hasil ujian anaknya pada jasa pelayanan bimbingan belajar ini. Di Indonsia  sendiri eksistensi bimbel  semakin menjamur. Meski pendidikan non formal, bukan berarti bimbel boleh di pandang sebelah mata. Sekolah dan bimbel memiliki perannya masing-masing yang memiliki bobot kepentingan yang sama. Seperti halnya apa yang ternukil pada undang-undang SISDIKNAS tahun 2009 bagian kelima mengenai pendidikan nonformal pasal 26 ayat 1 “Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/ atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat.” Ayat tersebut secara jelas mengakui keberadaan pendidikan nonformal. Wujudnya sangat beragam salah satunya adalah dengankonsep tutor privat sebagai wadah peserta didik untuk menambah pengetahuan yang mereka terima di sekolah formal. Selain itu, tutor privat adalah solusi bagi siswa menghadapi Ujian Nasional untuk mendapatkan hasil terbaik sesuai dengan harapan. Dengan begitu, siswa akan terbantu dalam menjalani proses belajar menjelang Ujian Nasional dan diharapkan dapat mengurangi beban mental pada siswa itu sendiri.



Leave a reply

three × 2 =